Retrospeksi Program Sosial dalam Rangka Menjawab Tantangan Zaman

Posted Juli 13th, 2020 in Article

keberhasilan program lembaga sosial termasuk CSR Perusahaan seringkali diukur melalui seberapa besar jumlah dana yang diberikan oleh lembaga kepada penerima manfaat (beneficiaries).

Hal ini perlu dilakukan evaluasi kembali (retrospeksi) sehingga kemanfaatan suatu program atau kegiatan lembaga sosial / CSR juga berorientasi kepada hasil capaian intervensi program tersebut, bukan hanya dari seberapa banyak jumlah dana yang sudah dikeluarkan oleh lembaga, dengan kata lain sudah sejauh mana dampak sosial yang terjadi akibat program yang telah diberikan kepada masyarakat (penerima manfaat dan stakeholder lainnya).

PENGUKURAN DAMPAK

Untuk mengetahui seberapa besar dampak sosial yang telah terjadi diperlukan suatu metode pengukuran dampak. Pertanyaan selanjutnya adalah, sebesar apa manfaat dilakukannya pengukuran dampak? Untuk menjawab pertanyaan ini, paling tidak ada lima manfaat yang bisa didapatkan dari proses pengukuran dampak :

Pertama, pengukuran dampak digunakan untuk mengetahui pencapaian program dalam setiap tahapan program sebagai salah satu bagian dari monitoring dan evaluasi program.

Kedua, pengukuran dampak digunakan untuk memastikan bahwa program sudah on the track dan menghindari “kejutan” yang tidak diperlukan.

Ketiga, pengukuran dampak digunakan untuk mengefektifkan dan mengefisienkan pemakaian sumberdaya program.

Keempat, pengukuran dampak digunakan sebagai masukan untuk komunikasi kepada seluruh pemangku kepentingan, dan

kelima, pengukuran dampak secara periodik merupakan pembuktian komitmen dan sekaligus wujud transparansi dan akuntabilitas ke publik.

Pengukuran dampak merupakan tahapan selanjutnya dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses monitoring dan evaluasi program. Suatu program yang berhasil biasanya memiliki dokumen yang lengkap mulai dari perencanaan hingga tahapan monitoring evaluasi dan kaji dampak program.

Hal ini berdasarkan landasan teori perubahan sosial yang dipakai suatu program dengan menggunakan Logical Framework Analysis (LFA) atau disebut juga dengan Analisis Kerangka Logis yaitu suatu metode merumuskan sebuah program dengan menentukan kriteria input – process – output – outcome hingga impact.

Adapun yang dimaksud dengan definisi input, proses, output, outcome, dan impact dapat diuraikan sebagai berikut :

Input adalah seluruh sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan,
Process adalah tahapan yang harus dijalani untuk tercapainya tujuan kegiatan,
Output adalah hasil langsung dari suatu kegiatan,

Outcome adalah perubahan atau hasil tidak langsung (termasuk yang tidak disengaja atau tidak terencana) dari suatu kegiatan,

Impact adalah perbedaan jangka panjang antara kondisi sebelum dan setelah program dengan atau tanpa kegiatan.

Lembaga Sosial termasuk CSR dalam hal ini harus memahami dengan baik tahapan input, proses, output, outcome dan impact agar menghasilkan program yang berkualitas serta berkelanjutan (Sustainable), terlebih pada saat ini, pelaksanaan program – program sosial cukup terkendala akibat dampak dari pandemi Covid 19.

Tentunya hal ini mengharuskan lembaga sosial maupun CSR untuk berpikir secara kreatif dan inovatif tidak hanya terbatas pada tahapan input, proses, dan output tetapi juga mencapai tahapan outcome dan impact agar para penerima manfaat maupun stakeholder lainnya dapat benar – benar merasakan kebermanfaatan program. Sekian.

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!