Belajar di Rumah? 3 Anak SD ini Berinisiatif Jualan

Posted Juli 6th, 2020 in Article

Masa Pandemi Covid-19 membuat anak sekolah belajar di rumah saja. Pastinya ada yang mengalami kebosanan selama di rumah.
.
Tapi tidak dengan 3 anak kreatif ini.
.
Mereka adalah Farah (anak pertama, kelas 3 SD), Iffa (anak kedua, kelas 1 SD) dan Nisa (sepupu Farah dan Iffa, kelas 5 SD).
.
Awalnya di dekat rumah ada gelas pop ice tidak terpakai, lalu diminta anak-anak. Di rumah gelas-gelas itu dicuci dan ternyata selanjutnya beli pop ice. Pertama beli pop ice rasa coklat sesuai kesukaan Farah, serenteng harga Rp.10.000,-. Ternyata yang beli pop ice blendernya minta rasa macam-macam. Jadi Farah beli lagi Rp.50.000,- dapat 5 renteng.
.
Mereka bisa membagi tugas. Farah yang belanja beli pop ice, es batu dan sedotan. Blender dan serbet dari Nisa. Peralatan lain dari Farah dan Iffa. Nisa yang memblender pop ice. Iffa membantu menggunting pop ice, menyediakan plastik dan menerima uang.
.
Mereka memberi harga yang berbeda, kalau beli pakai plastik Rp.2.000,-, kalau pakai gelas Rp.3.000,-. Mereka bisa memberi harga begitu karena biasa beli pop ice blender jadi tau harga yang biasa dijual para penjual.
.
Lalu, dari manakah modal uangnya?
.
Modal uang dari Farah dan Iffa. Uangnya berasal dari uang jajan yang dikumpulkan yang asalnya mau digunakan untuk beli mobil-mobilan yang bisa dinaiki yang menggunakan remote.
.
Grand opening alhamdulillah melayani 3 gelas. Setelah maghrib melayani 8 gelas

—–

Kisah ini saya tulis ulang dari cerita kakak saya (Mamanya Farah dan Iffa)
.
Ah…semakin kagum saya sama keponakan-keponakan saya…Luarr biasa…Sang Papa jualan sapi dan kambing, Sang Mama jualan kebutuhan sehari-hari, alat tulis, dan susu sapi, anak-anaknya masih kecil sudah tumbuh jiwa dagangnya.
.
Berjualan pop ice blender ini murni inisiatif mereka bertiga tanpa minta bantuan dari orang tua.
Mereka juga bisa menahan keinginan membeli mobil-mobilan dan rela untuk berjualan.
.
Semoga kisah inspiratif ini bisa menyemangati Ayah dan Bunda yang ingin memulai menambah penghasilan, juga menyemangati untuk bisa mendidik putra-putri kita dengan pendidikan yang baik.

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!