Mendesain Masa Depan

Posted Juni 19th, 2020 in Article

Andi sedang membangun rumah di kampung halamannya di sebuah desa di kabupaten Kuningan. Sepuluh tahun ia sudah menabung, menyisihkan sebagian penghasilannya bekerja di Jakarta. Ia pun memanggil Mang Udin yang ia percaya bisa mewujudkan rumah impiannya.

“Mang Udin, saya mau bangun rumah. Itu tanahnya yang di pinggir kali. Tolong buatin saya rumah yang bagus seperti di komplek-komplek orang kaya ya. Kamarnya tiga. Saya masih kerja di Jakarta, cuma bisa pulang dua minggu sekali. Jadi saya percayakan semuanya ke Mang Udin ya,” jelas Andi.

“Pak Andi sudah bikin gambar rumahnya?” tanya Mang Udin

“Ah….kaya anak kecil Mang pake gambar-gambar. Mang Udin kan sudah biasa bikin rumah. Saya percaya lah sama Mang Udin. Pokoknya rumah yang bagus. Yang minimalis. Seperti di komplek-komplek.”

Dua minggu kemudian, Andi pulang ke Kuningan dan memanggil Mang Udin.

“Mang Udin, ini rumahnya kenapa menghadap ke kali?”

“Kan Pak Andi tidak bilang menghadapnya ke mana.”

“Iya tapi kenapa ke kali?”

“Rumah yang bagus di komplek-komplek sekarang lagi tren menghadapnya ke kali, Pak. Istilahnya river view katanya,” jelas Mang Udin dengan logat Sundanya yang kental.

“River view itu bagus kalau kalinya bersih, Mang. Ini kan kalinya mampet. Banyak sampah. Bau lagi. Mana betah saya?”

Akhirnya, dibongkarlah pondasi rumah yang sudah dipasang.

Dua minggu berikutnya, Andi pulang lagi ke Kuningan dan memanggil Mang Udin.

“Mang Udin, ini kenapa ada kamar mandi di ruang tamu? Kamar mandi mah di belakang atuh Mang.”

“Katanya mau seperti rumah di komplek-komplek, Pak? Ini kamar mandi tamu supaya tamu tidak perlu masuk-masuk ke dalam kalau mau ke toilet.”

“Ah…pamali atuh Mang kalau kamar mandi di depan. Sudah dibongkar saja. Cukup di belakang kamar mandinya.”

Dan Mang Udin pun kembali membongkarnya.

Membangun rumah tanpa membuat desainnya lebih dulu akan sering bongkar pasang. Biaya lebih besar, waktu pun lebih lama. Buatlah gambar desainnya dulu. Bentuk rumah akan mengikuti desainnya. Kalau di desain menghadap ke jalan raya, rumah pun akan menghadap ke jalan raya. Kalau desainnya tidak ada toilet di ruang tamu, rumah pun akan begitu hasilnya. Rumah akan selalu mengikuti gambar desainnya.

Kalau rumah yang biayanya 200 juta saja perlu dibuat gambarnya dulu supaya tidak bongkar pasang, masa depan kita yang nilainya jauh lebih mahal dari rumah tentu lebih perlu dibuatkan gambarnya. Desain masa depan itu penting supaya karir kita tidak bongkar pasang; belasan tahun bekerja tapi tak terbangun kompetensi dan keunggulan kita. Kalau karir tak dibuat desainnya, bekerja hanya menjadi rutinitas: pergi pagi pulang malam, menunggu gaji masuk di akhir bulan, dan langsung habis untuk membayar cicilan. Betapa tak menariknya hidup seperti itu.

Desain masa depan bukan hanya tentang karir, tapi tentang keseluruhan hidup kita. Jika Allah memberi kita jatah usia hingga 60 tahun, bagaimana kita ingin dikenang masyarakat? Apa legacy yang akan kita wariskan untuk keturunan kita? Kontribusi kebaikan apa yang akan kita berikan untuk masyarakat dan dunia? Amal soleh apa yang akan kita bawa kepada Allah nanti?

Begitu juga dengan keluarga. Masa depan keluarga kita juga perlu dibuat desainnya: apa misi hidup keluarga kita? Apa kekhasan dan keunggulan keluarga kita? Kultur seperti apa yang ingin dibangun di keluarga? Pribadi seperti apa yang ingin kita bentuk untuk anak-anak kita? Kontribusi apa yang ingin diberikan keluarga kita untuk dunia? Bagaimana cara agar bisa berkumpul bersama di surga?

“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di dalam surga. Dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala kebaikan mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS 52:21)

Saya mendampingi lebih dari dua ribu orang membuat desain masa depan mereka di kelas pelatihan Move On: Seni Meraih Sukses dan Hidup Bahagia. Latar belakangnya beragam: pengusaha, eksekutif perusahaan, karyawan, PNS, aktivis sosial, hingga mahasiswa. Tapi di usia berapapun dan profesi apapun, membuat desain masa depan ternyata punya manfaat luar biasa.

Proses pembuatan desain masa depan itu banyak mengubah hidup mereka. Desain masa depan memberi arah bagi karir dan keluarga. Desain masa depan itu menyatukan hidup mereka yang tersekat-sekat antara kehidupan karir dan keluarga, bahkan antara kehidupan pribadi dengan Tuhan. Desain ini memberi mereka dasar yang kokoh untuk hidup lebih seimbang antara karir, keluarga, kesehatan, sosial, dan spiritual. Dan yang tak kalah penting, desain masa depan memberi makna lebih dalam untuk hidup mereka; hidup tak lagi sekedar rutinitas yang melelahkan.

Jika Anda belum membuat desain masa depan Anda sendiri , cobalah! Jika Anda belum punya desain masa depan keluarga, ajaklah pasangan dan anak-anak membuatnya. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini untuk mendapatkannya: apa misi hidup Anda? Apa legacy yang akan Anda tinggalkan untuk keluarga dan dunia? Amal soleh apa yang akan Anda bawa menghadap Tuhan? Bagaimana cara Anda mencapainya? Dan apakah saat ini Anda merasa dalam track yang benar?

Selamat mencoba. END

Tulisan ini merupakan versi tertulis dari materi pelatihan saya yang berjudul Move On: Seni Meraih Sukses dan Hidup Bahagia, dibuat menjadi tulisan berseri agar bisa dinikmati lebih banyak orang.

Inspirasi Melintas Zaman (IMZ Consulting) merupakan lembaga social enterprise yang membantu organisasi profit dan nirlaba di bidang leadership, pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai spiritual.

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!