Membeli Kebahagiaan

Posted April 25th, 2020 in Article, Gallery

Perjuangan meraih sukses dan mengejar kebahagiaan memang luar biasa. Seperti kisah ini; kisah nyata tentang perjuangan mencari kebahagiaan. Namanya, sebut saja Dewi, direktur di sebuah perusahaan pembiayaan di Jakarta. Ibu dari anak perempuan semata wayang yang kini duduk di kelas XI di sebuah SMU swasta favorit di Jakarta. Suaminya pengusaha properti. Rumahnya mewah di BSD. Di garasi rumahnya berjejer 3 mobil. Lengkap dengan supirnya. Satu untuk dirinya, suami, dan satu lagi untuk anaknya. Di rumahnya masih ada 2 asisten rumah tangga.

Suatu hari, Dewi jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Kelelahan menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk menjelang akhir tahun membuatnya terkena sakit tifus. Ini sudah hari ketiga ia dirawat. Tapi anaknya, Anggi, tak kunjung menengoknya di rumah sakit. Ada saja alasannya. Sibuk mengerjakan tugas sekolah, les piano, berenang, dan persiapan pentas theater di Taman Ismail Marzuki minggu depan. Anggi baru menjenguknya di rumah sakit di hari kepulangan Dewi. Itupun setelah sang Ibu mengancamnya akan menarik fasilitas mobil yang ia berikan untuk Anggi.

 Dua bulan setelah itu, gantian mbok Yem, asisten rumah tangganya yang jatuh sakit. Dirawat juga di rumah sakit. Anehnya, justru Anggi malah menungguinya di rumah sakit. Bukan hanya menjenguk, tapi menungguinya. Berjam-jam sepulang sekolah sampai larut malam. Kalau tak dipaksa ibunya pulang, Anggi enggan keluar dari rumah sakit itu.

Dewi merenung. Ia lima hari dirawat di rumah sakit, Anggi tak mau menjenguknya. Kenapa malah giliran mbok Yem sakit, Anggi malah menungguinya?  Memang sih Mbok Yem yang mengasuh Anggi saat kecil, tapi kan Dewi ibu kandungnya. Ia akui terlalu sibuk bekerja. Tapi bukankah ia bekerja untuk kebahagiaan keluarganya?

Hari itu Dewi merasa semua yang ia raih berpuluh tahun sia-sia. Harta yang melimpah, karir yang cemerlang, mobil mewah, rumah yang besar, sia-sia. Karena anak semata wayangnya justru tak merasa dekat dengannya. Anggi justru lebih dekat dengan mbok Yem, yang hanya seorang pengasuh di rumah ini.

 Siapa yang tak ingin punya uang banyak? Dengan uang kita bisa membeli rumah yang bagus, mobil mewah, tempat tidur yang nyaman, jalan-jalan rekreasi ke luar negeri, dan mengkoleksi barang-barang kesukaan kita. Tapi Allah itu punya rumus yang unik tentang kebahagiaan. Uang bisa membeli kenyamanan hidup, tapi tak otomatis membuat pemiliknya bahagia.

 Dengan uang kita bisa membeli makanan enak. Tapi nikmatnya makan dibagikan oleh Allah tak berbanding lurus dengan harga makanan yang kita beli. Seperti pengalaman sahabat saya. Hari itu ia naik pesawat dari Jakarta ke Hongkong. Ia duduk di samping seorang laki-laki berusia 60-an tahun.

Sahabat saya ini heran. Saat ia menikmati makanan yang disuguhkan pramugari, laki-laki di sampingnya sama sekali tak menyentuh makanan. Dia hanya memegang gelas berisi air putih. sesekali meminumnya sedikit sambil memperhatikan saya makan.

 Bapak tidak makan?” sahabat saya menyapanya merasa tak enak makan sendirian.

 Tidak. Saya harus jaga makanan, dik. Dokter melarang saya makan macam-macam.” Jawabnya.

 Oh…bapak sakit apa?”

 Jantung, dik. Sudah pasang 2 ring. Saya hindari yang mengandung kolesterol. Belakangan gula saya juga naik. Kalau asam urat sudah sepuluh tahun lebih. Dulu pengin makan macam-macam tidak punya uang. Sekarang saya punya banyak uang, tapi tetap tak bisa makan macam-macam karena dilarang dokter.”

 Tiba-tiba sahabat saya merasa menjadi orang yang sangat beruntung. Hidup ternyata bukan berapa banyak yang ia punya, tapi berapa banyak yang ia syukuri. END

Fatchuri Rosidin (Direktur Inspirasi Melintas Zaman)

Tulisan ini diambil dari materi pelatihan saya yang berjudul Move On: Seni Meraih Sukses dan Hidup Bahagia.

Inspirasi Melintas Zaman (IMZ Consulting) merupakan lembaga social enterprise yang membantu organisasi profit dan nirlaba di bidang leadership, pengembangan SDM dan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai spiritual.

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!