Klinik dan Puskemas Daerah Belum Siap Hadapi Pandemi Covid-19

Posted April 14th, 2020 in Article

“Sekarang, klinik dan puskesmas setempat mereka menolak kalau ada pasien bahkan anak-anak sekalipun periksa gejala sakit panas, meriang, batuk atau pilek. Mereka langsung mengarahkan ke RS besar, tanpa mau memeriksa dsb. Bahkan ngomongnya pun dari jendela ke warga yang datang. Lalu kami harus bagaimana?” keluh seorang ibu warga desa lokasi penyuluhan Covid-19 hari ini.

“Boleh jadi mereka tidak memiliki APD di fasilitas kesehatan tersebut saat ini. Atau seharusnya mereka memeriksa kondisi awal. Bagaimana dengan lokasi RS terdekat dari sini. Saat ini ada beberapa RS yang membuka tenda atau langsung periksa ke IGD”, Rani Rahmawati, relawan kesehatan Dompet Dhuafa menjelaskan.

“Disini paling dekat ada RS Pena, sekitar 3 km. Tapi belum bisa menerima layanan BPJS. Paling ya RST Dompet Dhuafa. Meskipun nanti akan dirujuk apabila ada dugaan”, tambah seorang pria warga desa menuturkan.

Apabila tidak ada Alat Pelindung Diri, memang dapat dimaklumi bahwa potensi tercemar virus memang cukup besar.

Nah, salah satu solusinya, warga yang sakit dan kesulitan mendapatkan layanan kesehatan dari klinik atau puskesmas, dapat menuliskan keluhannya lalu dikonsultasikan via Crisis Center LKC Dompet Dhuafa via WhatsApp. Rumah Sakit RST Dompet Dhuafa juga dapat memberikan layanan ambulance apabila dibutuhkan.

Selain sosialisasi Covid-19 dan pembagian susu kedelai madu kepada warga, dilakukan pula penyemprotan disinfektan di fasilitas publik mushola dan sekitar lingkungan perkampungan setempat.

Kamis, 9 April 2020, Catatan BKO perwakilan IMZ bersama Disaster Management Center Dompet Dhuafa dan Relawan Kesehatan LKC Klinik DD di Desa Pedurenan, Gn Sindur, Kab. Bogor RT 1 RW 4, dengan jumlah sekitar 200 KK.

@prasetyow_id

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!