Spirit Gerakan Filantropi Islam Asia Tenggara dari Yogyakarta

Posted May 8th, 2018 in Article
Perkembangan zakat dan wakaf telah menarik perhatian serius dari banyak pemangku kepentingan baik di Indonesia maupun di kawasan regional Asia Tenggara. Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara lebih baik, berbagai upaya telah dilakukan agar sistem zakat dan wakaf mampu bekerja secara efisien dan efektif dalam sistem perekonomian Islam. Dari perspektif hukum, pemberlakuan regulasi zakat dan wakaf di Indonesia merupakan sebuah ikhtiar yang patut diapresiasi sebagai bagian dari pengarusutamaan kebijakan yang diharapkan menumbuhkan perubahan positif di masyarakat. Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang memiliki partisipasi aktif dalam filantropi Islam secara swadaya dan kultural dengan banyaknya Lembaga Amil Zakat (LAZ), lembaga nazhir wakaf, disamping Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang dikelola oleh negara. Di Indonesia ada banyak LAZ yang dioperasikan secara nasional, seperti Dompet Dhuafa, Darut Tauhid, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), Mandiri Amal Insani Foundation (MAI), dan lain sebagainya. Keberadaan berbagai lembaga zakat dan wakaf dapat mengarah pada pentingnya pengembangkan Filantropi Islam untuk mendukung sistem ekonomi yang lebih adil dan sejahtera.
Konferensi Filantropi Islam Internasional Asia Tenggara ke-6, bertemakan “Keunggulan Umat melalui Pengintegrasikan Filantropi Islam dan Keuangan Sosial Islam dalam Arus Utama Ekonomi ” pada 24-26 April 2018 di Yogyakarta Indonesia, oleh karena itu konferensi ini merupakan momen yang sangat penting dalam memfasilitasi dialektika integrasi filantropi dan keuangan Islam di dunia. “Konferensi ini, mencapai seri ke-6, adalah platform yang sangat baik bagi mereka yang secara aktif berkontribusi pada pengembangan Filantropi Islam pada umumnya dan zakat serta wakaf secara khusus. Memasukan lembaga-lembaga ini ke dalam sistem ekonomi utama dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada perkembangan ekonomi masyarakat”, tutur Achmad Thohirin, MA., Ph.D. Direktur MEK  Pascasarjana FE UII sekaligus Chairman 6th SEAIIPC 2018. Konferensi ke-6 ini diselenggarakan oleh Universitas Islam Indonesia (UII), melalui Program Studi Ilmu Ekonomi dan Magister Ekonomi dan Keuangan Islam (MEK), bekerja sama dengan Center of Islamic Philanthropy and Social Finance (CIPSF) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Institut Manajemen Zakat (IMZ). Konferensi ini juga didukung oleh beberapa institusi lain seperti Pusat Studi Ekonomi Islam dan Pusat Pemikiran (ISTC), dan Grup Dukungan Doktor Malaysia (MDSG).
Konferensi ini berhasil menarik sekitar 50 gagasan Ilmiah yang beras dari berbagai kampus di Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam. Tidak hanya mendiskusikan gagasan ilmiah mengenai  zakat dan wakaf, konferensi ini juga membahas mengenai perkembangan ekonomi Islam dunia saat ini.
Konferensi ini diharapkan menjadi ruang akademis yang mampu memberikan gagasan terhadap pengembangan dan kemajuan filantropi dan keuangan sosial Islam kedepan.
Bertempat di Hotel Eastparc Yogyakarta, selama tiga hari seluruh peserta konferensi akan memaparkan hasil penelitian filantropi dan ekonomi Islam. Kemudian, pada hari terakhir para peserta konferensi akan diajak untuk ‘seeing is believing’ melihat langsung dua edukasi program berbasis ZISWAF (zakat, infak, sedekah, wakaf) yakni pemberdayaan ekonomi pengrajin Batik Imogiri binaan Dompet Dhuafa Yogyakarta dan pemberdayaan kesehatan Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta.
Gambar 2. Kunjungan ke pemberdayaan ekonomi pengrajin Batik Imogiri binaan Dompet Dhuafa Yogyakarta
Gambar 3. Kunjungan ke pemberdayaan kesehatan Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta
Para pembicara utama dalam konferensi 6th SEAIIPC  2018 ini diantaranya:
1. H. Muhammad Fuad Nasar, S.Sos., M.Sc., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag Pusat
2. Prof Dr Abd Halim Mohd Noor, CIPSF UiTM Melaka Malaysia
3. Dr. Rahmat Hidayat, Anggota Badan Pelaksana Bidang SDM & Kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH)
4. Prof. Bambang Sudibyo, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat
5. Agus Widarjono, Ph.D., Direktur Pusat Pengkajian & Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) FE UII
6. Drg. Imam Rulyawan, MARS., Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi
7. Iwan Rudiyana, Mandiri Amal Insani Foundation
8. Dr. Irfan Syauqi Beik, Direktur Puskas Baznas, CIBEST IPB
6th Southeast Asia International Islamic Philanthropy Conference 2018
Konferensi Filantropi Islam Internasional Asia Tenggara ke-6
Hotel Eastparc Yogyakarta, 24-26 April 2018
Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!