Resume Kuliah Whatsapp #ManajemenSDM Oktober – November 2017 #3

Posted May 3rd, 2018 in Article

(Fatchuri)

Toyota menghentikan produksi mobil mereka di Australia. Keputusan itu tidak diambil secara dadakan. Toyota sudah mengumumkannya sejak 3 tahun lalu. Hari ini merupakan hari terakhir Toyota memproduksi mobil di negeri Kanguru. Selama 3 tahun ini sampai tahun 2018, Toyota tidak begitu saja memecat karyawan di pabrik. Toyota membuat sebuah program yang mereka sebut DRIVE (Dedicated, Ready, Individual, Vocational and Energised), sebuah program transisi agar karyawan bisa mencari pekerjaan lagi. Dari ribuan pekerja, total ada 2.200 pekerja yang mengikuti program Drive. Jadi Toyota berharap dengan mengikuti Drive, karyawan bisa kembali percaya diri. Pekerja diberikan lagi pelatihan, pendidikan dan bantuan untuk bekerja di industri lain.

“Program Drive didesain sebagai one-stop shop bagi karyawan kami. Untuk memastikan mereka mendapatkan pekerjaan baru di masa depan,” ujar Presiden Toyota Australia Dave Buttner.

Berkat program itu, setelah tidak lagi bekerja di pabrik, sudah banyak karyawan yang mulai membuka bisnis mereka sendiri dalam berbagai area, mulai dari nutrisi, landscaping, sampai menggeluti hobi seperti fotografi. Toyota juga menyediakan pelatihan bahasa, literasi sampai komputer untuk yang membutuhkan.

https://oto.detik.com/mobil/d-3668204/patut-ditiru-ini-upaya-toyota-agar-karyawan-pabrik-bisa-kerja-lagi

Toyota saja sampai begini memperlakukan karyawannya. Yuk terus improve

(Awie) Kl di Indonesia yg model spt Toyota apa sdh ada?

(Fatchuri) Dulu astra juga bagus waktu menangani krismon 98

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!