Membangkitkan Gerakan Zakat di Bumi Manokwari

Menjelang bulan suci Ramadhan, syiar zakat terus bergema di bumi Indonesia Timur. Kali ini, tepatnya di Manokwari Papua Barat, sejumlah 31 orang pegiat zakat dan dakwah Islam menyelenggarakan inhouse training selama 2 hari penuh, 22-23 April 2017 di Gedung Dompet Peduli Lentera Hati. Program ini merupakan kerjasama antara Lembaga Amil Zakat DPLH Manokwari dengan Institut Manajemen Zakat (IMZ) untuk meningkatkan profesionalisme amil dan lembaga umat.

Tak sekedar amil zakat DPLH, namun juga sejumlah perwakilan pengurus dan pengelola berbagai entitas pegiat sosial kemanusiaan dan pendidikan Islam di Manokwari berkumpul untuk mengoptimalkan ketrampilan penghimpunan dan manajerial keuangan. Mulai dari Yayasan Lentera Hati Manokwari, Yayasan As Salam Jayapura, Salimah, IKADI, serta berbagai aktivis kampus turut memeriahkan dan secara serius berlatih akuntansi zakat dan keuangan organisasi nirlaba.

Amil merupakan profesi pengelola dana zakat yang harus ditunjang oleh kemampuan atau kompetensi sumber daya manusia baik di bidang penghimpunan, manajemen dana, dan program pemberdayaan. IMZ sebagai entitas yang lahir dan digagas oleh Dompet Dhuafa, salah satu lembaga amil zakat nasional terbesar di Indonesia, secara konsisten menguatkan pengelolaan zakat di berbagai daerah.

“Gerakan zakat merupakan elemen integral dalam dakwah Islam. Lembaga yang concern terhadap perkembangan kesejahteraan amil, diharapkan mendapatkan optimalisasi pertumbuhan kelembagaan” ujar Urip Budiarto, General Manager Dompet Dhuafa, menerangkan tentang spirit pengembangan organisasi zakat dalam perjuangan Islam. Kunci dalam menggalang dana filantropi ialah bagaimana menggerakan hati donatur, bahwa para donatur harus memahami dan menghayati mengapa mereka harus mendukung program tersebut dan akhirnya berkontribusi secara tulus.

Urip menambahkan bahwa setidaknya ada beberapa kunci dalam pengelolaan zakat, diantaranya (a) Program yang berkualitas; (b) Operasional yang profesional, manajemen keuangan transparansi; (c) Pemaparan laporan tahunan yang periodik; (d) serta fundraising atau penggalangan yang komunikatif dan melibatkan partisipasi donatur.

Pada hari kedua, peserta juga diajak mendalami manajemen keuangan dan pencatatan transaksi keuangan. Akuntabilitas dan ketepatan pelaporan menjadi salah satu kunci bagi lembaga dakwah dan amil zakat. IMZ associate expert, Dadang Romansyah, SE., Ak., MM., SAS. memberikan simulasi dan pembekalan Excel 109 sebagai tools standar dan dasar bagi para pengelola keuangan lembaga agar mampu menghasilkan laporan keuangan yang standar dengan sangat mudah. Tools ini digunakan dan diimplementasikan dalam rangka penyesuaian standar akuntansi PSAK 109, standar bagi pengelola lembaga Zakat Infak dan Sedekah.

“DPLH Manokwari berikhtiar untuk selalu menjadi pioner dan Lembaga Amil Zakat terdepan di Manokwari dan wilayah provinsi Papua Barat. Ada delapan program penyaluran zakat DPLH yakni Peduli Anak Negeri, Da’i dan Guru, Sosial dan Dakwah, Peduli Dhuafa, Pengembangan Ekonomi Umat, Kualitas SDM, serta Pembinaan Muallaf. Selain itu terdapat beberapa pelayanan lain yakni Tibbun Nabawi hingga Posyandu Lansia. Dengan adanya inhouse training ini, kami berharap amil DPLH dapat meningkatkan kompetensi dan meningkatkan kepercayaan donatur pada lembaga” Direktur DPLH Ir. Edwin L. Yoroh menjelaskan.

Release Inhouse DPLH Manokwari Capacity Building, 22-23 April 2017
Bagi entitas yang membutuhkan In House Training dapat menghubungi
IMZ 0217418607
SMS 082216772839 / WA 081931532099

Share the article
  • Facebook
  • LinkedIn
  • Twitter
    Berikan Komentar Terbaik Anda!